Jun 12, 2008

Cita-citaku

Setiap orang pasti punya cita-cita. Cita-cita atau yang dalam bahasa inggris adalah (bentar gue mikir dulu)... adalah dream alias mimpi (maaf gue cuma tau dream. gue gaktau apalagi hehe), adalah satu hal mutlak yang pasti dimiliki oleh setiap orang. Apalagi anak kecil yang masih pada kayak iprit. Mbuahahaha. Pada banyak banget tuh yang citacitanya macem-macem. Ada yang mau jadi pengantin wanita, ada yang mau jadi dokter (standar banget), ada yang mau jadi pilot, dokter, presiden, pramugari, guru, bahkan ada yang mau jadi Barbie (yang satu ini gue heran, moso mau jadi patung? buset). Eh dulu gue pernah mikir, kalo ada 10 orang cita-cita jadi presiden, masa Indonesia presidennya ada 10? Kan nggak mungkin. Waktu gue tanya sama temen gue, dia jawab dengan bijaknya ,”ya enggak mungkin sepuluh-sepuluhnya lah, Wid. ada yang jadi presiden Indonesia, presiden Amerika, de el el. pokoknya nanti kalo lo jumlahin ada 10 negara yang presidennya temen kita.” WOOW JAWABAN YANG BIJAKSANA. Tapi gue maklum. Masih anak kecil kan tuh?

Bytheway, jangan pernah nanyain cita-cita gue. Kenapa? Karena pada hari Minggu elo nanyain cita-cita gue dan gue jawab dokter, pasti pada hari Selasa elo nanya lagi gue udah jawab insinyur. Dulu gue pernah cita-cita jadi dokter, soalnya kata bokap gue, dokter itu hebat. Cita-cita itu bertahan sampai kelas 4 SD. Mulai kelas 4 SD cita-cita gue berubah jadi insinyur, soalnya bokapnya temen gue itu insinyur dan dia itu tajir, jadi gue langsung berpikir kalo insinyur pasti tajir mampus (ternyata mereka tajir gara-gara warisan bukan gara-gara insinyurnya itu). Cita-cita itu hanya bertahan beberapa bulan karena gue ditawarin jadi penyanyi QASIDAH di sekolah gue. Ehem, jangan ada yang ngeremehin musik qasidah. Apalagi kalo gue yang nyanyi. Bisa-bisa lo terkagum-kagum mendengar suara gue. Dan mulai saat itu cita-cita gue berubah menjadi penyanyi (jeng jeng jeng). Oke, gue tau kalau jadi penyanyi emang sulit. Belum-belum kalau dipanggung gue harus siap payung dan tim medis. Kenapa payung? Hello, orang-orang pasti bakalan ngelemparin gue sama tomat. Tim medis? Kalau ada yang kena serangan jantung begitu mendengar suara gue yang bagus ini. Karena dua alasan itu gue mengurungkan niat gue untuk jadi penyanyi.

Sampai kelas tiga SMP gue masih belum punya cita-cita yang fix. Pasti berubah-ubah deh. Tapi sekarang sih gue kalo ditanya pasti jawabnya psikolog. Kenapa? Jangan tanya kenapa please, gue juga gaktau kenapa gue milih psikolog. Orang bilang aneh, mau ngurusin orang gila. Tapi gue gak merasa keberatan. Ngurusin diri gue aja udah sama kayak ngurusin orang gila jadi pasti gue bisa ngatasin para orang gila itu HAHAHA. Ibaratnya nih, mereka itu adalah junior gue dan gue SUPER SENIORNYA. HAHAHA.


Bagaimana denganmu? Apakah kamu sudah menemukan cita-citamu?

Ngomong-ngomong, ada yang cita-citanya jadi pilot? Mau dong diajakin terbang wuakakakaka.
*maaf rada ngawur nggak jelas HAHA*


Eh eh tapi beberapa bulan ini gue memiliki cita-cita baru (baca: cita-cita sampingan). Cita-cita baru gue adalah menjadi istrinya Eksmud ( Eksekutif Muda ). Kenapa eh kenapa? Karena si Gembul (my beloved boyf) cita-citanya jadi Eksmud. Mbuahahaha cita-cita dadakan tuh. Insya allah deh amin amin amin heheheee

Kalau katanya guru gue, Raihlah cita-citamu setinggi langit. Kejarlah mimpimu walaupun harus ke negeri Cina.

Nah, menjadi istrinya eksmud tidaklah harus ke langit ataupun ke negeri Cina. Jadi gue gak repot (oh sungguh fleksibelnyaaa pikiranmu).

Tapi untuk para wanita, jangan pernah bergantung di tiang jemuran kepada pria. Terima kasih buat Ibu Kartini ( I love you *muaaah* ), karena dia telah memberikan inspirasi buat semua wanita Indonesia. Kita harus terus berkarya, ya? Jangan sampai kalah sama pria ( walaupun emang udah kodratnya ), okeeee?

Maju terus wanita Indonesia ! especially all of it’s teenagers. keep on rockin’ girls!

No comments: