Mar 20, 2009

Emotional Roller Coaster

March 18th

Aku tahu Tuhan maha adil. Ia selalu dapat melihat niat hambaNya. Ia selalu bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Ia lah penentu kehidupan seluruh manusia di muka bumi ini. Tak terkecuali aku. Seorang pelajar bodoh yang hanya bisa dibodoh-bodohi oleh keadaan dan tak pernah mau berusaha berjuang untuk menghadapi rintangan yang menghadang di depan.

Ada apa denganku? (mirip lagunya siapaaaa gituya)

Akhir-akhir ini semua menjadi runyam. Masalah intern dan ekstern. Intern itu dalam, ekstern itu luar. Faktor-faktor intern dan ekstern membuat hidupku runyaaaaaaaam. Walaupun ga serunyam yang gue lebay-lebaykan.

Aduh ada apasih?

Aku berterimakasih pada Tuhan YME karena telah diberikan pengalaman berharga. Aku ingat seseorang berkata bahwa hidup manusia itu seperti roda. Ada kalanya seseorang itu di atas, dan ada kalanya sesorang itu di bawah. Dan sekarang aku berada di posisi bawah. Tinggal menunggu seseorang terganggu dengan sifat parasitku ini dan blam! aku akan di buang oleh mereka. Sungguh kisah yang berakhir tragis.

Tidak. Bukan begitu sebenarnya.

Aku bukan parasit. Setidaknya aku lebih baik daripada seluruh cacing dari anggota Platyhelmintes, Nemathelmintes, dan Anellida. Aku cuma seorang manusia yang berada dalam kondisi terpuruk. Memalukan. Mau taruh dimana muka ini? Gak mungkin taruh pantat lah nanti ga ada yang bisa bedain. Tapi mau taruh dimana lagi?

Aku malu. Aku capek. Aku hancur.

Telah datang saatnya roda itu membuatku berada di bawah. Tapi yang aku tidak mengerti, mengapa semua itu datang secara bersamaan? Nonsense.

Aku rindu saat-saat bersama teman. Tanpa pekerjaan apapun yang membuatku merasa layaknya sedang memikul globe super besar seperti yang ada pada iklan komersil itutuh. Aku rindu bebas. Aku rindu makan bersama teman-teman dan membicarakan tentang film yang baru saja kita toton bersama. Aku rindu almarhumah nenekku. Aku rindu makan apel bersamanya, menonton televisi bersama, membicarakan tetangga kami yang menurut kami tidak baik. Aku rindu kakekku. Aku rindu ditraktir es krim di warung depan rumah, aku rindu diantar ke sekolah naik motornya, aku rindu disemangati ketika mau ujian, AKU MERINDUKAN KEHADIRANNYA. di sampingku yang sudah sulit kudapat sejak keberadaan wanita itu.

hey, bitch. bring my grandpa back to me.


terlebih lagi,
Aku rindu pacarku.




(my brain goes wrong. pidipidipidipidipidip)

hey, aku nulis apasih?

ps. Aku dan Ai memutuskan untuk mencintai Shakrukh Khan (lagi)

4 comments:

Ishey said...

oaaaaahhhh i remember you told me the story wid

Widey said...

yeah ish, now im lil bit sensitive everytime i hear someone shouts 'bitch'
reminds me with her, ugly f**in bitch that stole mine

Muzda said...

Engg,, aku udah mo nulis comment tadinya..
Tapi brenti pas baca tulisan di bawah yang tinta merah itu ..
Duh, mo comment apa yang kira-kira bisa bikin supaya kamu nggak ngerasa sensi lagi ma "bitchy bitch that stole your grandpa..??
Is he happy ..??
Ups, sorry :D

Eh iya, salam kenal :D
jangan marah ya, aku sok tahu, padahal aku baru..

Wida said...

hihi gapapa kok. sekarang udh males mikirin masalah ini. anyway makashya udh mau comment : D
salam kenal juga!