Mar 16, 2012

Dua Puluh Empat? Lagi!

Selamat malam.

Membuka post ini, kalau ngikutin modelnya 9GAG, 24 hours in a day is too mainstream. Langsung ketebak deh mau curhat tentang apa.

Gue kalau post di blog itu, entah lagi nggak ada kerjaan, di sela-sela kerjaan, atau emang ada yang mau dibahas. Sebetulnya, yang namanya draft tulisan-tulisan sampah itu banyak banget. Tapi, entah mengapa waktu untuk menyelesaikan dan mempublikasikannya nggak ada. Mungkin karena kita belum berdoa, minta supaya bukan hanya usia yang diperpanjang, tapi juga banyaknya jam dalam satu hari. Tebak, sekarang gue lagi apa.

Tab yang terbuka selain blogger adalah Facebook, Gmail, dan Blackberry App World. Oh, dan satu attachment. Tapi yang lagi dikerjain, nggak ada hubungannya sama tab-tab itu. Kecuali attachment-nya, sih.

Hai, namaku Wida. Sekarang lagi hectic karena belum menemukan stance yang tepat untuk General Assembly MUN Club mewakili negara Sudan dalam waktu kurang dari 24 jam untuk topik kepemilikan tenaga nuklir, global warming, dan Asia's single currency. Oh, adalagi rupanya. (Belum) Melakukan riset untuk mewakili negara Kuwait di simulasi dalam waktu kurang dari 2 x 24 jam (kayak laporan tamu aja, deh). (Belum) Menyelesaikan tugas LTM yang harus dikumpulkan maksimal 3 x 24 jam. Buat kalian yang masih sekolah, iya, ini yang namanya kuliah. Jangan sia-siakan kesempatan tidur siang dan tidur cepat di waktu malam.


eniwei.


Sudah dua minggu ini ke kampus dengan bersolek. Bedak dan eyeliner. Ucapan terima kasih saya haturkan kepada Ayah dan kata-kata motivasinya (Makanya, kalau mau punya pacar, bersolek, dong!), juga Bani yang setia memakaikan eyeliner tiap pagi, lalu Ayu dan Meisya sebagai dua orang yang paling bahagia ketika tahu saya akhirnya bersolek juga, dan Hakim. Makasih, loh, Kim, udah nanyain apakah gue masih pakai eyeliner disaat nyorakin kalian main futsal (btw jawabannya IYA. IYA GUE MASIH PAKE, KIM.).

Tujuan utama gue pakai eyeliner itu bukan buat nyari pacar. Serius, deh. Nyari pacar itu ibarat kerja jadi kasir di supermarket, cuma part-time. Intinya tetep mahasiswa, ya maksudnya, mencoba menjadi perempuan pada hakikatnya. Perempuan suka dandan, kan? (PLEASE BILANG IYA, OR ELSE UANG 50RIBU KU UNTUK BELI MAKE UP AKAN HANGUS SIA-SIA). Gue bukan orang yang royal untuk urusan selain makan dan buku. Makanya, kemarin agak sedih juga mengeluarkan uang untuk beli alat make-up yang ukurannya kayak pensil 2B seharga dua ribu rupiah. Bicara soal buku,


Ceritanya sekarang udah jadi anak sastra, jadi bacanya The Perks of Being a Wallflower sama To Kill a Mockingbird. Mungkin kalau ada yang mau meminjamkan The Catcher in the Rye, silakan hubungi kontak person saya.



Sekian untuk hari ini. Akhirnya saya kalah oleh kantuk.